Sponsors Link

Hubungan Hijab dengan Ayah yang Wajib Diketahui

Sponsors Link

Hijab merupakan kewajiban setiap muslimah sepertinya sudah banyak yang mengetahui. Dengan berhijab, muslimah akan banyak mendapatkan manfaat menutup aurat dan hikmah wanita berjilbab. Dampak negatif  tidak berhijab sendiri sudah banyak orang mengetahuinya. Dan pada dasarnya jika seorang muslimah berhijab, berarti ia telah menjalankan salah satu perintah Allah. Kerelaan muslimah menjalankan kewajibannya adalah pertanda keimanan. Di mana setiap perintah Allah adalah kewajiban.

ads

Allah berfirman dalam Qur’an surat Al Ahzab (surat ke 33) ayat 36 :

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْراً أَن يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَن يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالاً مُّبِيناً

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.

Bagaimana hubungan hijab dengan ayah. Di antara banyak hadist wanita wajib berhijab, ada dua hal yang dapat menjelaskan hubungan hijab degan ayah, yaitu hadist Rasulullah SAW yang berbunyi :

أَلاَ كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Ingatlah, tiap-tiap kalian adalah pemimpin, dan setiap orang dari kalian akan ditanyai tentang yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan hadist yang kedua, artinya kira-kira demikian :
“Satu langkah wanita keluar rumah tanpa menutup aurat, satu langkah pula ayahnya masuk neraka”.

Hadist yang pertama menyatakan tentang kepimimpinan. Bahwa setiap pemimpin bertanggungjawab terhadap yang dipimpinnya. Di dalam keluarga, Ayah atau Bapak yang bertanggung jawab terhadap anak-anaknya. Jika ayah tidak ada, maka saudara laki-laki yang akan bertanggung jawab terhadap saudara perempuannya, dan jika ia sudah menikah maka ia bertanggung jawab terhadap isterinya.

Tugas ayah sebagai pemimpin, yaitu sebagai orang tua adalah membimbing anaknya untuk dapat sempurna memahami keislaman, termasuk berhijab. Kewajiban orang tua membiasakan berhijab sejak usia dini. Tugas orang tua memberi pemahaman kewajiban berhijab sejak anak kecil. Sesuatu yang telah ditanamkan sejak kecil maka akan mudah melanjutkannya ketika dewasa.

Hadist kedua menunjukkan konsekuensi jika seorang ayah tidak melaksanakan kewajibannya, sehingga putri atau anaknya tidak berhijab. Hsdist ini adalah hadist yang paling jelas menerangkan tentang sanksi bagi ayah yang anaknya tidak berhiab. Di mana tidak hanya anak yang akan mendapat sanksi karena tidak menjalankan kewajibannya. Namun, ayah akan ikut serta menanggungnya. Beberapa ahli hadist menganggap hadis ini palsu.

Terlepas dari keshahihan hadist kedua, yang pasti bahwa seharusnya tugas seorang ayah mengingatkan anaknya. Tugas dan kewajiban seorang pemimpin dalam keluarga. Tugas ini adalah mengingatkan secara halus maupun dengan keras. Namun, jika anak sudah baligh tetaplah si anak akan memimpin dirinya sendiri. Jika Ayah sudah mengingatkan dan anak tidak mengindahkannya, maka kewajiban ayah sudah gugur. Tidak serta merta kewajiban tersebut mengikutinya seumur hidup dan membuatnya masuk neraka. Karena setiap orang adalah pemimpin dan tiap orang akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya, termasuk memimpin diri sendiri.

Sponsors Link

Demikian tentang hubungan hijab dengan Ayah. Hubungan yang terjadi karena Ayah adalah orang tua. Dan ayah adalah pemimpin bagi keluarganya. Hubungan yang mempunyai tugas dan kewajiban mengingatkan dan mendidik anaknya. Selama ayah sudah berusaha keras mendidik dan mengingatkan anaknya, maka kewajibannya telah dilaksanakan. Pelaksanannya menjadi tanggung jawab si anak jika sudah dewasa.

Semoga Allah memudahkan setiap langkah kita untuk selalu berhijab dengan ciri-ciri hijab syar’i dan istiqomah. Semoga artikel ini bermanfaat. Aamin Ya rabb.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Info Islami